Kamis, 26 Mei 2011

KUNJUNGAN MEDIA

MAHASISWA JURNALISTIK (1V) BERKUNJUNG KE MEDIA.

MEDIA CAMPUS - Mahasiswa Jurusan Ilmu Jurnalistik Semestar IV, kemarin (26/6) melakukan orientasi di beberapa media, didampingi oleh dosen pembimbing Usrial Husain, S.Ag. MM. Kegiatan ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana manajemen dan penggunaan bahasa dalam suatu media. “ Bahasa yang dipakai dalam membuat berita yaitu sederhana, lugas, menarik, dan to the point. Umumnya media cetak menggunakan bahasa standar dalam membuat berita 5W+1H, tapi di media harian Tribun Jambi lebih mikro, menarik, dan Non Problematik”, papar redaksi pelaksana Tribun, Wiranto. Dengan harga yang begitu murah Tribun mampu bersaing dengan Media yang lebih dahulu berdiri di jambi, secara umum tribun jambi lebih mengutamakan kualitas berita dari pada harga, bagaimana tribun bisa tetap berkembang sedangkan harga sangat murah, demikian pertanyaan dari salah satu mahasiswa yang melakukan kunjungan. “ kami tidak berharap dari hasil penjualan Koran, akan tetapi, kami bermain di iklan. Koran seharusnya gratis di berikan kepada masyarakat, mudah-mudahan dua taahun yang akan datang tribun akan menggeratiskan Koran” demikian jawaban seorang redaktur pelaksana sebagai perwakilan dari Media Tribun. Berbeda halnya, kunjungan mahasiswa ilmu jurnalistik ke Media Jambi TV, Arman salah satu mahasiswa yang berkunjung ke jambi tv mengungkapkan, “ dalam penempatan tata bahasa jambi TV sudah lumayan baik, mudah di mengerti oleh masyarakat Jambi, hanya saja dalam managemennya Jambi TV masih dalam proses, karna masih banyak yang harus di benahi, salah satunya adalah memberikan pelatihan kepada para karyawan tentang ilmu jurnalistik terutama masalah televisi”. Saat di mintai keterangan pimpinan Redaksi mengatakan “ memang benar para karyawan Jambi TV jarang sekali mendapatkan pelatihan tentang ilmu jurnalistik, semuanya masih dalam proses, mudah-mudahan yang akan datang Jambi TV menjadi yang terbaik.




Rabu, 25 Mei 2011

peran agama dalam kehidupan

Peran Agama Dalam Kehidupan.


Agama, menurut Dr. Jabber Beg, M.A ( 1984 ), adalah mempengaruhi dan membentuk pandangan dunia ( world view ) seseorang. Agama menciptakan perasaan tanggung jawab terhadap Tuhannya dengan menyandarkanya bahwa ia merupakan bagian dari alam semesta. Agama, lanjut Beg, bisa mempengaruhi sikap seseorang. Ia bisa mencegah orang berbuat jahat dan tercela, membuatnya mampu berbuat baik, baik pada dirinya sendiri maupun kepada orang lain. Jika kita sepakat dengan pendapat beg, di atas kita dapat melihat bagaimana pentingnya agama bagi kehidupan seseorang dan kehidupan di dunia ini pada umumnya. kita juga dapat mengukur diri, apakah agama yang kita anut telah berperan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Selanjutnya, tentu kita akan bertanya?, kalau agama bisa mempengaruhi sikap moral seseorang, dan mampu mencegah dari perbuatan tercela, kenapa orang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme atau sikap tercelah yang lain, misalnya merampok, berzina, berjudi, padahal di negeri ini mayoritas orang muslim, mereka melaksanakan sholat, seharusnya sholat mampu membawa perubahan dahsyat pada dirinya, bukankah sholat mencegah orang dari perbuatan keji dan mungkar( al- ankabut, 45)?. Ternyata mereka sholat hanya melepaskan kewajibannya saja, tidak betah di masjid, ingin sholat cepat- cepat, tidak ada kekusyukan dalam sholat, khusyuk bukan berarti saat di dalam ritual sholat saja, akan tetapi kekhusyukan itu juga harus di lakukan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana sholatnya mau khsuyuk, kalau di waktu pagi sudah memfitnah orang lain dan bersikap dusta. Seandainya pejabat kita sholat secara khsuyuk, tentu tidak ada korupsi, kolusi dan nepotisme, karna sholat betul-betul dijadikan obat untuk mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Di negeri ini begitu banyak orang yang mempelajari agama, yang paham agama, begitu banyak waktu dan tenaga di habiskan untuk meneliti dan mengkaji tentang agama, namun pada kenyataanya sedikt sekali orang yang menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan agama, agama hanya terlihat di dalam masjid, atau tempat pengajian saja, namun, di masyarakat, kantor, perusahaan atau tempat umum lainya, agama tidak tampak atau tidak berperan sama sekali. Jadi jangan heran KKN timbul di perkantoran, perjudian ,perzinahan, saling membunuh terjadi di tengah masyarakat, karena agama tidak berperan dalam kehidupan.

MEDIA CAMPUS

MEDIA CAMPUS

Pengikut