Kamis, 26 Mei 2011

Mukhtar Latif Terpilih kembali Sebagai Rektor 2010-1014


§  Sidang Senat Institut IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Pemilihan Rektor Periode 2010-2014 di Gedung Rektorat lantai 3 Mandalo Jambi
§  Prof.DR.H.Mukhtar,M.Pd akhirnya Unggul 16 suara dari pesaingnya Hasbi Umar yang memperoleh 14 suara dan Ahmad Sukri SS,M.Ag yang tidak mendapat suara(0).
MEDIA CAMPUS - Senin 28 Juni 2010, Pemilihan Rektor periode 2010-2014 yang di hadiri oleh 30 orang anggota senat institut memilih kembali Prof.DR.Mukhtar,M.Pd sebagai orang nomor satu di IAIN STS Jambi. dengan mengantongi 16 suara dari 30 suara Mukhtar sudah di pastikan keluar sebagai pemenang. dan insya Allah akan di lantik di jakarta oleh Menteri Agama RI.

Visi dan misi kedua Calon kuat dalam pemilihan Rektor yang menjadi pertimbangan dewan senat yaitu, visi, misi kandidat pertama, mukhtar latif.
A.    Visi
Memasuki era globalisasi pendidikan, perguruan tinggi dihadapkan dengan tuntutan profesional managerialship dengan tinggat persaingan yang sangat ketat disamping adanya kritik tajam terhadap rendahnya mutu lulusan dan daya saing perguruan tinggi, utamanya pada level nasional dan internasional. Tuntutan demikian, menjadi peluang sekaligus tantangan pergurun tinggi untuk merubah pola pikir (mainset), institusi, manajemen dan kepemimpinan, sekaligus sikap dan orentasi  pengembangan perguruan tinggi termasuk IAIN STS jambi ke depan dengan mengedepankan kualitas yang harus ditopang oleh berbagai keunggulan. Kualitas dan keunggulan bagai dua sisi dari satu mata uang yang tidaj dapat dipisahkan keberadaanya.
Masalah kualitas dan keunggulan sebuah perguruan tinggi harus menjadi prioritas dalam pengembangannya. Hal ini dapat bersaing dan bersanding dengan keunggulan ditengah blantika perguruan tinggi lainnya, utamanya yang telah lebih dahulu memasuki globalisasi pendidikan dengan berbagai kualitas dan keunggualan.
Untuk itulah, dalam mengemban amanat pengbdian agar perguruan tinggi ini dapat dikembangkan secara proposional dan profesional dengan tekad mengedepankan kualitas dan keunggulan, ke depan diperlukan semangat yang sama, kebijakan (polyci) yang terarah, dan komitmen yang kuat. Dan ini sebenarnya erat kaitannya dengan upaya pengembangan visi, misi, dan program ke arah yang lebih berkualitas dan berbeya saing. Atas kesadaran itu, saya membangun visi sebagai berikut :

Visi ini dibangun sejalan dengan :
1.Visi IAIN STS Jambi yang diamanatkan dalam statua IAIN STS Jambi  (KMA RI Nomor 37 Tahun 2008), yaitu “menjadi pusat pengembangan ilmu-ilmu ke islaman Multidisipliner yang unggul dan konpetitif.
2.Visi Provisi Jambi “ Jambi Yang Mampu, Maju, Dan Mandiri”
3. Penguatan dan keberlanjutan program kerja yang telah dilaksanakan pada periode        2006-210.
4. Dinamikadan Sinergisitas perguruan tinggi secara lokal, Nasional dan  Internasional.

B.     Misi
Untuk menuju IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai Universitas kelas dunia (World Claas University) dengan mebgedepankan kecerdasan konprehenshif, amanah dalam mengabdi dan islami dilakukan melalui 5 (lima) misi pokok, yaitu :

1.      Menjadikan islam dan kemampuan metedologis sebagai landasan berpikir dan bertindak dalam menumbuhkan sikap akademik yang berwawasan global.
2.      Meningkatkan peran dan pemberdayaan sumber daya manusia melalui pendidikan, cross program, shot course dan peningkatan kesejahteraan civitas akademik yang meliputi dosen, karyawan dan mahasiswa serta mempedayakan aset kampus bagi kemaslahatan civitas akademik.
3.      Meningkatkan suasana iklim kampus yang kondusif, yang terintegrasi pada pencitraan  dan penciptaan budaya akademik yang baik, profesional, dan berekualitas.
4.      Meningkatkan potensi dan mengembangkan institusi serta nomenklatur studi keislaman, keilmuan, dan teknologi sesuai kebutuhan dan pengembangan prodi pada masing-masing fakultas dan program  pascasarjana menuju Universitas Islam Negeri (UIN).
5.      Meningkatkan STATUS  IAIN STS Jambi ke arah World Claas University yang berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan membangun networking/webworking, institusi, pengembangan sarana prasarana sumber belajar berbasis teknologi informasi pendidikan dan peningkatan pencitraan lembaga.

KEPEMIMPINAN MUHSIN HAM DI ANGGAP TIDAK KOOPERATIF


Pemilihan itu dimenangkan oleh calon dengan nomor urut I atas nama Dr Said Sagaf Al-munawwar M.Ag. Ia berhasil memenangkan pemilihan dengan delapan suara dari tujuh belas suara. Sedangkan Muhsin  Ham sebagai dekan yang masih menjabat dipenghujung periode ini hanya memperoleh enam suara. Tiga suara direbut oleh calon nomor urut 3. Dan tidak ada suara untuk calon nomor urut 4. Merupakan suatu fenomena baru dilingkungan fakultas ushuluddin karena mengingat calon yang terpilih bukanlah orang yang berasal dari fakultas melainkan dari rektorat. Sagaf sendiri sebelumnya menjabat sebagai ketua lembaga pengembangan IAIN STS Jambi.
Lain halnya dengan Muhsin Ham yang mempunyai hak pilih pada pemilihan tersebut. Ia mempunyai peluang untuk memilih dirinya
sendiri. Karena para pemilih adalah anggota senat yang terdiri dari ketua prodi, ketua jurusan, guru besar, pimpinan akademik mulai dari dekan yang seluruhnya berjumlah tujuh belas orang. Muhsin Ham dinilai kurang kooperatif dengan bawahannya, meskipun ia mampu disiplin selama ini. Kepemimpinannya selama 5 tahun tidak membawa perubahan apa-apa di fakultas Ushuluddin. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Halim sebagai pembantu dekan I saat ditemui diruang kerjanya kemarin.
Diharapkan calon terpilih dapat membawa perubahan untuk memajukan fakultas ushuluddin. Visi Sagap sendiri adalah menjadikan fakultas ushuluddin sebagai fakultas terkemuka dan pusat kajian unggulan terhadap hazanah intelektual bagi transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nlai keislaman sebaagai sebuah tanggung jawab ilmiah ddan keagamaan dalam bingkai tri dharma perguruan tinggi yang memiliki keunggulan kompetitif dalam wilayah akademik dan profersionalirtasguna mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki integritas ilmiah, moral, spiritual.
Sedangkan misinya adalah:
1)      Menyelenggarakan pedidikan dalam bidang pemikiran dan ilmu keislaman agar mahasiswa memiliki keleluasaan ilmu dan professional
2)      Memberikan layanan pendidikan optimal kepada peserta didik dan masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan
3)      Menciptakan penyelenggaraan pendidikan yang kondusif bagi penerbitan integritas ilmiah, moral dan spiritual
4)      Mengintegrasikan keislaman, keilmuan dan keindonesiaan serta kemoderenan dalam pengembangan tri dharma perguruan tinggi
5)      Mengembangkan jaringan dan kerja sama dengan berbagai kalangan guna meningkatkan pelayanan tri dharma perguruan tinggi
6)      Mempunyai peranan dalam menghadapi isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat
Pelantikan dekan sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juli. Setelah itu baru diikuti penrgantian PD (pembantu dekan) I, PD II dan PD III.

KUNJUNGAN MEDIA

MAHASISWA JURNALISTIK (1V) BERKUNJUNG KE MEDIA.

MEDIA CAMPUS - Mahasiswa Jurusan Ilmu Jurnalistik Semestar IV, kemarin (26/6) melakukan orientasi di beberapa media, didampingi oleh dosen pembimbing Usrial Husain, S.Ag. MM. Kegiatan ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana manajemen dan penggunaan bahasa dalam suatu media. “ Bahasa yang dipakai dalam membuat berita yaitu sederhana, lugas, menarik, dan to the point. Umumnya media cetak menggunakan bahasa standar dalam membuat berita 5W+1H, tapi di media harian Tribun Jambi lebih mikro, menarik, dan Non Problematik”, papar redaksi pelaksana Tribun, Wiranto. Dengan harga yang begitu murah Tribun mampu bersaing dengan Media yang lebih dahulu berdiri di jambi, secara umum tribun jambi lebih mengutamakan kualitas berita dari pada harga, bagaimana tribun bisa tetap berkembang sedangkan harga sangat murah, demikian pertanyaan dari salah satu mahasiswa yang melakukan kunjungan. “ kami tidak berharap dari hasil penjualan Koran, akan tetapi, kami bermain di iklan. Koran seharusnya gratis di berikan kepada masyarakat, mudah-mudahan dua taahun yang akan datang tribun akan menggeratiskan Koran” demikian jawaban seorang redaktur pelaksana sebagai perwakilan dari Media Tribun. Berbeda halnya, kunjungan mahasiswa ilmu jurnalistik ke Media Jambi TV, Arman salah satu mahasiswa yang berkunjung ke jambi tv mengungkapkan, “ dalam penempatan tata bahasa jambi TV sudah lumayan baik, mudah di mengerti oleh masyarakat Jambi, hanya saja dalam managemennya Jambi TV masih dalam proses, karna masih banyak yang harus di benahi, salah satunya adalah memberikan pelatihan kepada para karyawan tentang ilmu jurnalistik terutama masalah televisi”. Saat di mintai keterangan pimpinan Redaksi mengatakan “ memang benar para karyawan Jambi TV jarang sekali mendapatkan pelatihan tentang ilmu jurnalistik, semuanya masih dalam proses, mudah-mudahan yang akan datang Jambi TV menjadi yang terbaik.




Rabu, 25 Mei 2011

peran agama dalam kehidupan

Peran Agama Dalam Kehidupan.


Agama, menurut Dr. Jabber Beg, M.A ( 1984 ), adalah mempengaruhi dan membentuk pandangan dunia ( world view ) seseorang. Agama menciptakan perasaan tanggung jawab terhadap Tuhannya dengan menyandarkanya bahwa ia merupakan bagian dari alam semesta. Agama, lanjut Beg, bisa mempengaruhi sikap seseorang. Ia bisa mencegah orang berbuat jahat dan tercela, membuatnya mampu berbuat baik, baik pada dirinya sendiri maupun kepada orang lain. Jika kita sepakat dengan pendapat beg, di atas kita dapat melihat bagaimana pentingnya agama bagi kehidupan seseorang dan kehidupan di dunia ini pada umumnya. kita juga dapat mengukur diri, apakah agama yang kita anut telah berperan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Selanjutnya, tentu kita akan bertanya?, kalau agama bisa mempengaruhi sikap moral seseorang, dan mampu mencegah dari perbuatan tercela, kenapa orang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme atau sikap tercelah yang lain, misalnya merampok, berzina, berjudi, padahal di negeri ini mayoritas orang muslim, mereka melaksanakan sholat, seharusnya sholat mampu membawa perubahan dahsyat pada dirinya, bukankah sholat mencegah orang dari perbuatan keji dan mungkar( al- ankabut, 45)?. Ternyata mereka sholat hanya melepaskan kewajibannya saja, tidak betah di masjid, ingin sholat cepat- cepat, tidak ada kekusyukan dalam sholat, khusyuk bukan berarti saat di dalam ritual sholat saja, akan tetapi kekhusyukan itu juga harus di lakukan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana sholatnya mau khsuyuk, kalau di waktu pagi sudah memfitnah orang lain dan bersikap dusta. Seandainya pejabat kita sholat secara khsuyuk, tentu tidak ada korupsi, kolusi dan nepotisme, karna sholat betul-betul dijadikan obat untuk mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Di negeri ini begitu banyak orang yang mempelajari agama, yang paham agama, begitu banyak waktu dan tenaga di habiskan untuk meneliti dan mengkaji tentang agama, namun pada kenyataanya sedikt sekali orang yang menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan agama, agama hanya terlihat di dalam masjid, atau tempat pengajian saja, namun, di masyarakat, kantor, perusahaan atau tempat umum lainya, agama tidak tampak atau tidak berperan sama sekali. Jadi jangan heran KKN timbul di perkantoran, perjudian ,perzinahan, saling membunuh terjadi di tengah masyarakat, karena agama tidak berperan dalam kehidupan.

MEDIA CAMPUS

MEDIA CAMPUS

Pengikut